🌙 ASTRO-HILAL 3D
• MABIMS: Alt ≥3° & elong ≥6.4° | • Odeh: elong >8° & Alt positif
• Turki: Alt ≥5° & elong ≥8° | • Libya: Alt > -0.1° (sangat liberal)
🌙 Panduan Penggunaan Astro-Hilal 3D
1. Memahami Visualisasi Utama
Kanvas 3D: Di tengah layar, Anda melihat simulasi luar angkasa yang menunjukkan posisi Matahari (bola oranye) dan Bulan (bola gelap/sabit).
Orbit: Garis biru menunjukkan lintasan peredaran benda langit tersebut untuk memberikan gambaran posisi relatifnya terhadap cakrawala.
2. Mengatur Parameter Observasi (Panel Kanan)
Untuk menentukan apakah hilal bisa terlihat (visible), Anda harus memasukkan data teknis pada kolom yang tersedia:
Kriteria Negara/Wilayah: Pilih kriteria yang digunakan. terpilih ID Indonesia (MABIMS - 3° / 6.4°). Ini adalah standar yang digunakan di Indonesia, Brunei, Malaysia, dan Singapura.
Tinggi Hilal (Altitude): Masukkan sudut ketinggian bulan di atas cakrawala dalam derajat.
Elongasi (Bulan-Matahari): Masukkan jarak sudut antara pusat piringan bulan dan matahari.
Beda Azimuth (Delta AZ): Masukkan selisih sudut horizontal antara matahari dan bulan.
3. Membaca Hasil Analisis (Indikator Otomatis)
Aplikasi akan secara otomatis menghitung data yang Anda masukkan dan menampilkan hasilnya dalam kotak berwarna di kanan bawah:
Warna Hijau: Menunjukkan kriteria terpenuhi (IMKANUR RUKYAT / VISIBLE). Artinya, hilal secara astronomis mungkin untuk diamati.
Warna Merah: (Jika data di bawah standar) Menunjukkan hilal tidak mungkin teramati.
Keterangan MABIMS: Aplikasi juga memberikan catatan kaki bahwa untuk wilayah MABIMS, syarat minimal adalah tinggi 3° dan elongasi 6.4°.
4. Fitur Tambahan
Tombol Kembali ke Beranda: Gunakan tombol di pojok kiri atas jika ingin keluar dari simulator.
Legenda Bawah: Di pojok kiri bawah terdapat keterangan warna untuk membedakan objek Matahari dan Bulan agar Anda tidak tertukar saat melihat simulasi 3D.
💡 Tips untuk Pelajaran Astronomi
Simulasi Perubahan: Coba ubah angka Tinggi Hilal menjadi 2.0 dan Elongasi menjadi 5.0. Perhatikan bagaimana warna indikator berubah dari hijau menjadi merah. Ini adalah cara terbaik untuk memahamkan siswa mengapa penentuan awal puasa atau lebaran bisa berbeda jika posisi bulan masih sangat rendah.